Newest Post

Tampilkan postingan dengan label Naruto. Tampilkan semua postingan

Kemarin ada yang bilang ke mimin kalau cerita-cerita anime yang mimin tulis terlalu ringkas, hingga ada bagian-bagian tertentu yang terlewat. Dia juga meminta agar ceritanya ditulis full saja, jadi seperti novel gitu katanya. 

Blog ini memang menceritakan kembali cerita-cerita anime/manga yang sudah ada sebelumnya, namun secara ringkas dan tidak menghilangkan inti dari alur cerita yang sebenarnya. Kalau ada bagian-bagian yang terlewat, itu adalah bagian yang menurut mimin tidak terlalu penting. Dan bila mimin menulis ceritanya full, itu akan memakan waktu yang lama untuk menulisnya.

Nah untuk memenuhi permintaan, untuk kali ini mimin mau berbagi cerita tentang movie "The Last: Naruto The Movie" full story. Namun maaf, ini bukan hasil kerja mimin. Mimin mengambilnya dari catatan fans page Naruto di facebook. Oke, langsung saja nih. Semoga kalian betah membacanya.
Credit: Ayudhya Prameswari, Kakashi Gaiden, and DNI Page
Terima kasih banyak untuk Dunia Naruto Indonesia.
Beberapa menit pertama film ini memperlihatkan sebuah rangkaian animasi yang sangat luar biasa, dibawakan dengan goresan hitam diatas putih layaknya lukisan tinta. Rangkaian animasi tersebut menceritakan perjalanan sejarah dunia Shinobi. Dimulai dari kisah sang dewi Kaguya, pertempuran lintas generasi antara para reinkarnasi Indra dan Ashura, hingga akhirnya ditutup dengan pertarungan terakhir antara Naruto dan Sasuke di lembah akhir. Artwork yang ditampilkan semakin indah dan bermakna, dibalut dengan lantunan komposisi 'Greensleeves' sebagai latar belakang musiknya.

Adegan berikutnya memperlihatkan Hinata kecil yang menangis ditengah area pepohonan yang diselimuti salju. Hinata menangis setelah dikasari oleh beberapa anak laki-laki yang menganggapnya sebagai 'iblis' karena Hinata memiliki mata putih, Byakugan. Naruto yang kebetulan berada didekat tempat itu segera maju melindungi Hinata, memperkenalkan dirinya sendiri sebagai Uzumaki Naruto, bocah yang suatu saat akan menjadi Hokage terhebat. Naruto berusaha melawan mereka, namun dia dihajar habis-habisan sampai pingsan, dan syal merah miliknya dirusak oleh anak-anak tersebut. Setelah anak-anak itu pergi, Naruto siuman, dan melihat Hinata berdiri dihadapannya. Hinata sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada Naruto atas pertolongannya, sambil mengembalikan syal Naruto yang bentuknya sudah tidak karuan. Namun Naruto beranjak pergi tanpa menerima kembali syalnya, Hinata terdiam, dia pun menyimpan syal merah itu sebagai kenang-kenangan pertemuan pertama mereka.

Beralih ke akademi. Guru Iruka meminta murid-muridnya mengeluarkan secarik kertas dan menulis nama 'seseorang yang sangat kalian inginkan untuk ada di samping kalian, apabila dunia akan kiamat esok hari'. Naruto tidak menghiraukan perkataan gurunya itu dan malah bermain dengan selipat pesawat kertas, guru Iruka marah. Naruto dengan polosnya berkata bahwa dia tidak pernah mengenal ayah dan ibunya, dia juga tidak punya satupun teman, jadi dia tidak tahu harus menulis nama siapa. Dia juga berkata bahwa skenario konyol semacam 'dunia akan kiamat esok hari' tidak akan pernah terjadi, lalu tertawa. Guru Iruka terdiam. Sementara itu, di meja seberang, diperlihatkan Hinata sedang menulis nama seseorang di kertasnya, Uzumaki Naruto, itulah yang ditulisnya.

Cerita beranjak bertahun-tahun setelahnya, ke masa sekarang, dua warsa pasca perang besar para Shinobi. Kita dibawa ke lingkungan sekitar wilayah kediaman Hyuuga, dan di sana terlihat seseorang sedang berbincang dengan Hiashi Hyuuga, sang pemimpin klan. Seseorang tersebut bertanya sesuatu pada Hiashi, dia juga berkata bahwa jawaban Hiashi akan menentukan masa depan klan Hyuuga dan dunia. Hiashi tidak menjawab dan langsung menyerang orang dihadapannya tersebut, yang ternyata memiliki pasukan di belakangnya, sepasukan boneka.

Di sebuah tempat, Naruto ternyata sedang berada di akademi untuk memberikan pengajaran spesial bagi para calon ninja. Kedatangannya disambut meriah oleh murid-murid di sana, terutama para gadis. Sementara itu, dari kejauhan terlihat trio Ino-Shika-Cho tengah berdiri di seberang lapangan. Mereka berkomentar tentang Naruto yang begitu populer setelah menjadi pahlawan perang. Setelah selesai, Naruto terlihat berada di warung ramen, bersiap menyantap hidangan favoritnya. Tiba-tiba, Konohamaru datang dan meminta Naruto membantunya membereskan barang-barang peninggalan Sandaime di ruang penyimpanan, mereka pun bergegas.

Di tempat lain di Konoha, suasana damai menyelimuti setiap sudut pandangan. Tampak seorang gadis sedang merajut sebuah syal berwarna merah, tak lain gadis itu ialah Hinata, ia membuat syal tersebut untuk orang yang dicintainya, Naruto. Dan yang menarik adalah, syal lusuh yang menjadi kenang-kenangan pertemuan pertama Hinata dan Naruto diperlihatkan terlipat rapi di samping tempat duduk Hinata, membuat aura nostalgia semakin terasa.

Hari berganti, paginya Naruto dan Konohamaru berjalan-jalan di desa, di jalanan yang sudah penuh dengan warung-warung dan hiasan-hiasan. Hari itu adalah hari festival Rinne. Kemudian segerombolan gadis tiba-tiba datang dan mengerubungi Naruto, berfoto bersama, memeluk tangannya, dan memberinya banyak sekali hadiah.

Hinata keluar membeli benang wol untuk syal buatannya, tanpa sengaja bertemu Sakura. Sakura mengajak Hinata ke sebuah kafe, dia menyemangati Hinata untuk jangan ragu memberikan syal buatannya itu kepada Naruto bila sudah jadi. Sakura berkata bahwa Naruto terlalu polos dalam hal cinta, jadi Hinata harus menyampaikan perasaannya sejelas dan sesederhana mungkin, supaya Naruto paham. Hinata hanya terdiam.

Sakura juga bercerita kepada Hinata mengenai Naruto yang akhir-akhir ini menjadi sangat populer di kalangan wanita, bahkan para gadis dari desa lain sering rela jauh-jauh datang ke Konoha sekedar untuk bertemu dan berfoto dengan Naruto. Hinata lagi-lagi terdiam, Sakura melihatnya dan segera menghiburnya. Dengan muka penuh semangat, Sakura berkata bahwa dalam urusan cinta dan perasaan, seorang wanita harus gigih berjuang dan pantang menyerah.

Malam tiba, di kamar kecil Naruto, ia tampak memandangi langit malam bersalju dari balik jendela, di sudut ruangan, ratusan kotak-kotak hadiah yang tadi sore ia terima masih terbungkus rapi, belum tersentuh sama sekali. Dan di tangannya, saat ini Naruto sedang memegangi sebuah syal berwarna hijau dengan garis putih. Kelihatannya syal itu sangat berharga baginya. Sementara di tempat Hinata, ia masih sibuk mengerjakan syal merah itu.

Angin malam menerpa di semua sudut desa, tak terkecuali di perbatasan. Di sana terlihat Sai yang sedang melukis, dia melukis bulan. Namun Sai, dengan intuisinya menyadari bila ada sesuatu yang janggal, bulan yang dia lukis malam ini terlihat begitu besar, tidak seperti biasanya.

Tanpa terasa Hinata sudah menyelesaikan syal rajutannya, dia segera berlari turun ke lantai bawah untuk pergi memberikan syal tersebut ke Naruto. Namun belum sampai dasar tangga, Hinata tiba-tiba ragu, dia naik lagi ke kamarnya, lalu turun lagi, dan naik lagi, terus berulang sampai empat atau lima kali. Hanabi sampai heran melihat tingkah kakaknya itu. Hinata akhirnya membulatkan tekad dan pergi keluar rumah, menemui Naruto.

Di tempat lain, lima Kage tengah mengadakan pertemuan darurat untuk membahas keadaan bulan yang tampak aneh. Dari pertemuan tersebut terungkap bahwa bulan sedang di ambang kehancuran, sedikit demi sedikit bagian bulan remuk menjadi serpihan-serpihan kecil yang akan menghujani bumi. Serpihan-serpihan kecil itu akan jatuh sebagai komet, satu persatu, sebelum inti bulan itu sendiri kolaps dan jatuh ke bumi. Dan apabila itu terjadi maka umat manusia akan menemui akhirnya, dengan kata lain, kiamat.

Kembali ke Hinata yang ingin memberikan syal merah untuk pria pujaannya, akhirnya ketemu, tapi yang Hinata dapat adalah Naruto yang sedang makan ramen bersama Sakura dan trio Ino-Shika-Cho. Melihat Hinata datang, Naruto mengajaknya untuk makan bersama mereka. Hinata terlihat kecewa, karena sebenarnya dia ingin menemui Naruto sendirian, namun untuk menghormati teman-temannya itu, Hinata akhirnya ikut bergabung.

Namun tak lama setelah Hinata duduk, gerombolan gadis penggemar Naruto tiba-tiba datang dan menggoda Naruto dengan genitnya tepat di depan Hinata. Hinata akhirnya memilih pamit meninggalkan Ichiraku dengan alasan sudah kenyang, meskipun sebenarnya semangkuk ramen di depannya sama sekali belum tersentuh. Sakura yang melihat itu lalu memarahi Naruto dan menyuruhnya mengantar Hinata pulang ke rumah, tapi Naruto dengan polosnya bertanya, kenapa? Naruto berkata bahwa Hinata adalah gadis yang kuat, kenapa harus diantar pulang? Hinata mendengar itu dan segera beranjak. Sakura sempat menyusul Hinata dan menghiburnya.

Sementara itu, beberapa boneka bertopeng, boneka-boneka yang sama yang menyerang Hiashi, muncul di tengah-tengah desa yang senyap. Beberapa dari mereka menerobos masuk kediaman Hyuuga, mengincar sang putri, Hanabi, dan menculiknya.

Di batas desa, terlihat Sai yang sedang melukis dikejutkan oleh kemunculan salah satu boneka Toneri yang mengendarai semacam burung raksasa terbang rendah melewatinya ke arah luar desa. Sai melihat boneka tersebut membawa seseorang yang sedang tidak sadarkan diri, itu Hanabi. Mencium sesuatu yang tidak beres, Sai mengeluarkan elang dari tintanya, dan pengejaran pun dimulai.

Dalam perjalanan pulang, Hinata menghentikan langkahnya sejenak. Melihat jalanan sepi dan sendirian, dia memutuskan berlatih mengungkapkan perasaannya di situ, namun tiba-tiba Naruto muncul. Hinata yang kaget mencoba menguasai diri dan melakukan apa yang telah dilatihnya, namun perutnya tiba-tiba berbunyi keras sekali. Hinata malu setengah mati dan wajahnya memerah, dan memutuskan lari dari tempat itu, meninggalkan Naruto yang kebingungan.

Adegan berikutnya memperlihatkan Hinata yang sedang duduk-duduk di atas sebuah ayunan di tengah taman yang sepi, dengan syal merah rajutannya itu berada di pangkuannya. Tiba-tiba sesosok asing muncul di depannya, Toneri. Dia berkata ingin membawa Hinata bersamanya, Hinata berteriak. Naruto yang mendengar teriakan Hinata bergegas mencari asal suara itu. Naruto akhirnya menemukan Hinata dan berusaha menolongnya, namun salah satu boneka Toneri berhasil mendapatkan Hinata, lalu melarikan diri bersama Toneri. Sementara Naruto disibukkan dengan puluhan boneka yang tiba-tiba menyerangnya tanpa peringatan.

Dalam pelariannya, Toneri menggunakan suatu mantra misterius yang membuat chakra Hinata terkuras habis, kemudian melemparnya ke bawah, ke arah bangunan-bangunan. Hinata yang sudah lemas tak mampu menggunakan chakranya untuk mendarat dengan aman, beruntung syal rajutannya tersangkut di salah satu atap bangunan, Hinata menggunakan syal tersebut sebagai pegangan. Tak lama kemudian Naruto yang telah menghabisi seluruh boneka penyerangnya datang menjemput Hinata.

Toneri sekali lagi muncul di depan mereka berdua, berkata lantang bahwa dia pasti akan kembali untuk Hinata, kemudian menghilang di tengah-tengah sinar purnama. Bersamaan dengan hilangnya Toneri, hujan komet yang terbakar meluncur deras ke arah Konoha dan menghantam tepat di batas desa, di belakang tebing ukiran wajah para Hokage. Hinata, Naruto, dan para penduduk desa yang lain terkejut melihat kejadian tersebut, bertanya-tanya, apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Segera setelah pertemuan lima Kage, pertemuan lain yang tak kalah penting juga digelar di ruang Hokage, dipimpin langsung oleh sang Rokudaime, Hatake Kakashi. Kakashi membentuk sebuah tim untuk misi penyelamatan Hanabi, yang terdiri dari Naruto, Hinata, Sakura, Sai, dengan Shikamaru sebagai ketua tim. Kakashi juga memberikan mereka sebuah gelang khusus yang menampilkan sebuah penanda waktu, tepatnya sebuah hitung mundur. Hitung mundur menuju waktu kolaps-nya inti bulan ke permukaan bumi, sekaligus hitung mundur menuju akhir peradaban.

Pencarian Hanabi pun dimulai. Dengan menggunakan elang-elang ciptaan Sai dan Byakugan Hinata, tim penyelamat ini menyusuri langit, coba mencari petunjuk sekecil apapun tentang keberadaan Hanabi. Mereka sempat menemukan salah satu kunai milik Hanabi, petunjuk itu akhirnya menuntun mereka ke sebuah gua yang memiliki danau di dalamnya.

Mereka sepakat bahwa mereka harus menyelam ke dalam danau tersebut, meskipun sebenarnya hal janggal sudah mereka rasakan sejak awal. Sai merasakan bahwa air di danau tersebut sangat aneh, karena ketika disentuh atau terkena pakaian, air danau tersebut tersebut tidak membasahi seperti layaknya air pada umumnya. Mengetahui hal semacam itu, mereka tetap memutuskan untuk menyelam.

Benar saja, hal yang tak kalah aneh menyambut mereka di dalam danau. Belasan, atau mungkin puluhan bola berwarna hijau melayang-layang di dalam air, di sekitar mereka, layaknya bulan-bulan kecil. Bukan hanya itu, sepertinya air danau ini memiliki daya magis yang melemparkan semacam ilusi. Ilusi tersebut memunculkan kembali beberapa ingatan masa lalu Naruto dan teman-temannya, ingatan-ingatan tersebut kemudian ter-refleksi di bulan-bulan kecil di sekitar mereka. Kilas balik kejadian ketika guru Iruka menyuruh Naruto menulis nama seseorang di akademi, kilas balik pertemuan pertama Hinata dan Naruto, kilas balik ketika ujian Chuunin, dan kilas balik yang lainnya terpampang jelas di permukaan bulan-bulan kecil tersebut, mengiringi mereka menyelam semakin dalam ke bagian lain danau ini.

Tanpa sadar, syal merah milik Hinata mengambang keluar dari tasnya dan melingkar di leher Naruto. Bersamaan dengan kejadian itu, Naruto mulai dapat melihat ke dalam kilas balik ingatan Hinata, tanpa disadari oleh si pemilik ingatan itu sendiri. Naruto menemukan dirinya kembali berada di dalam kelas akademi, di waktu yang sama dengan kejadian dengan guru Iruka. Namun kali ini ada yang berbeda, dia bisa melihat dirinya sendiri dalam sudut pandang orang ketiga. Dia bisa melihat dengan jelas suasana kelas sore itu, dan juga sosok kecilnya yang sedang dimarahi guru Iruka.

(Trivia ― Third-person's point of view, atau sudut pandang orang ketiga, adalah sebuah sudut pandang di dalam penulisan dimana si author atau tokoh utama hanya berposisi sebagai pengamat atau observer dalam sebuah rangkaian kejadian, tanpa turut campur langsung di dalamnya)

Seketika pandangan Naruto menyisir ke seluruh ruangan kelas dan terhenti di sosok Hinata kecil. Naruto menghampiri mejanya, dan melihat dia sedang menulis nama seseorang, namanya. Naruto terdiam, dan bersamaan dengan itu kilas balik beralih ke masa ujian Chuunin. Masih dengan sudut pandang orang ketiga, kali ini dia melihat wajah Hinata yang merona merah setelah memberikan sebotol ramuan kepada Naruto kecil yang babak belur pasca pertarungan melawan Kiba. Naruto kembali hanya berdiri diam, tanpa berkata satu apapun.

Tanpa menunggu lama, kilas balik kembali beralih. Kali ini ke masa invasi Pain, tepat ketika Hinata dengan gagah berani berdiri di hadapan sang dewa, menantangnya, demi melindungi sang pujaan hati. Dan Naruto, masih dalam diamnya, agaknya mulai tersadar, bila selama ini ada seorang gadis yang mencintainya sepenuh hati, dan gadis itu bernama Hinata.

Rangkaian kilas balik yang menyentuh itupun terhenti ketika Naruto terbangun oleh suara Sakura, ternyata tanpa sadar mereka sudah berada di sisi lain dari danau. Setelah semua siap, di bawah komando Shikamaru mereka pun melanjutkan penjelajahan di tempat misterius tersebut. Namun sesuatu telah berubah, yaitu Naruto. Sesaat setelah terbangun dari rangkaian kilas baliknya itu, Naruto tak lagi bisa mengalihkan pandangannya dari Hinata. Ya, rasa itu mulai muncul.

Setelah lama menyelam, mereka akhirnya muncul di bagian lain dari gua tersebut. Di sana mereka menemukan belasan bola yang terbuat dari tanah melayang-layang di sekitar dinding gua. Mereka juga menemukan danau lain di dalam gua tersebut dan memutuskan kembali menyelam. Shikamaru, Sai, dan Sakura berangkat terlebih dahulu, sementara entah kenapa, Naruto malah diam saja. Hinata bertanya kepada Naruto kenapa dia tidak segera menyelam, Naruto tidak menjawab. Dia malah sempat ingin balik bertanya pada Hinata soal apa yang dilihatnya di dalam kilas balik, namun mengurungkan niatnya tersebut di detik-detik terakhir. Naruto lalu bergegas menyelam ke dalam danau, meninggalkan Hinata dalam kebingungannya.

Ketika Hinata akan menyusul ke dalam danau, Toneri tiba-tiba muncul di hadapannya. Hinata terkejut, namun dapat menguasai dirinya, dia lalu menanyakan keberadaan Hanabi kepada Toneri. Toneri menjawab bahwa Hanabi saat ini sudah 'beristirahat'. Toneri memanggil Hinata dengan sebutan 'Putri Byakugan', dan memintanya untuk menikah dengannya. Naruto yang sadar ada yang tidak beres segera kembali ke permukaan, benar saja, dia melihat Toneri yang sedang mengancam Hinata. Mereka bertarung, Naruto menang, namun ternyata Toneri yang saat itu ada di hadapan mereka tak lebih dari sebuah boneka. Naruto dan Hinata segera bergegas menyusul Shikamaru dan yang lain.

Setelah sampai menyusul yang lain, Naruto melihat tempat Shikamaru kini penuh bekas sebuah pertempuran, dan ternyata memang benar, mereka habis bertarung dengan kepiting raksasa penjaga gua tersebut. Seluruh anggota tim telah berkumpul kembali, mereka berjalan kaki dan akhirnya menemukan sebuah celah di sisi lain gua tersebut. Celah tersebut membawa mereka ke sebuah tebing yang berada tepat di tepi samudera, dengan sebuah pemandangan yang menakjubkan. Dari situ mereka melihat beberapa pulau kecil yang melayang di udara, seakan tak terkena efek gravitasi sedikitpun. Shikamaru merasa semakin aneh terhadap keadaan ini, bahkan dia ragu bahwa 'matahari' yang menyinari mereka saat ini bisa jadi bukanlah matahari yang sesungguhnya. Dari sini, Shikamaru sudah mulai curiga kalau mereka sudah tidak lagi berada di tempat yang mereka kenal sebagai bumi.

Meski takjub melihat segala keanehan yang ditawarkan tempat misterius ini, mereka tetap melanjutkan pencarian, hingga akhirnya menuntun langkah mereka ke sebuah desa, desa yang sepertinya telah lama ditinggalkan. Shikamaru memutuskan bahwa mereka harus berpencar untuk melakukan pencarian di desa tersebut. Naruto dan Hinata mencari bersama-sama di deretan rumah yang telah kosong dan dipenuhi debu, dan sepanjang pencarian mereka, tetap, Naruto belum bisa mengalihkan pandangannya dari Hinata.

Di tengah pencarian mereka yang berlangsung beberapa malam, tanpa sadar Naruto mulai menunjukkan perasaannya kepada Hinata, meskipun hanya lewat hal-hal kecil. Seperti ketika Naruto mencoba membersihkan beberapa helai sarang laba-laba tanpa sengaja tersangkut di rambut Hinata. Naruto juga mulai sering sekali memulai obrolan dengan Hinata, sesuatu yang amat jarang dilakukannya sebelum ini. Hingga di waktu malam, ketika Hinata merajut benang untuk memperbaiki syal merahnya yang berlubang ketika insiden di Konoha, Naruto diam-diam tetap terjaga hingga larut untuk menemaninya.

Entah karena sedang jatuh cinta atau apa, Naruto yang pada dasarnya sudah ceroboh, menjadi semakin ceroboh. Ketika ingin ke belakang untuk buang air kecil, kakinya tersangkut jalinan jaring laba-laba dan akhirnya terpelanting jatuh, punggungnya terluka. Hinata yang mengetahui hal itu segera memberikan ramuan obat kepada Naruto. Naruto mencoba mengoleskan ramuan obat itu sendiri ke punggungnya, namun kesulitan, dan akhirnya Hinata turun tangan membantunya. (Adegan diatas sudah muncul disalah satu spoiler, yang selama ini kita sebut sebagai adegan 'kerokan').

Tiba-tiba Sai muncul memecah keheningan, dia berkata bahwa ada sesuatu yang penting, dan dia ingin Hinata melihatnya. Mereka kemudian berjalan perlahan menyusuri beberapa bagian dari desa terabaikan tersebut hingga akhirnya tiba di semacam kompleks pemakaman di bawah tanah, dan bersamaan dengan itu, sesosok orang tua muncul.

Orang tua itu memanggil Hinata sebagai 'Putri Byakugan', panggilan yang sama dengan apa yang diucapkan Toneri. Tanpa berucap sepatah katapun lagi, orang tua tersebut tiba-tiba membuka mulutnya dan mengeluarkan semacam bola chakra yang bersinar terang. Byakugan Hinata bereaksi terhadap cahaya itu, dan sekelebat kilas balik muncul di hadapan sang putri, sebelum akhirnya pandangannya memudar, Hinata pingsan. Naruto yang melihat hal ini segera menyerang orang tua tadi, namun yang dia tangkap hanya seberkas cahaya yang menguap ke udara, hampa. Naruto dan Sai segera menyadari, bahwa sosok tua yang ada di hadapan mereka tadi adalah jiwa yang tak lagi hidup. Ya, dia hantu.

Malam tiba, Hinata yang semenjak tadi sudah siuman dari pingsannya, memutuskan untuk terjaga hingga larut, kembali merajut lubang di syal merahnya. Naruto menghampirinya dan bertanya tentang apa yang terjadi ketika sebelum dia pingsan, Hinata menjawab, bukan apa-apa. Jelas sekali sang putri sedang menyembunyikan sesuatu. Keesokan harinya. Setelah beberapa waktu pencarian tanpa hasil di desa mati tersebut, Shikamaru memutuskan ini sudah waktunya untuk melanjutkan pencarian mereka ke tempat lain. Mereka pun beranjak.

Perjalanan mencapai malam kembali. Dan masih sama dengan malam-malam sebelumnya, Hinata tetap sibuk dengan rajutannya. Namun malam ini sepertinya suasana sedikit lain. Padang rumput di bawah lautan bintang tempat Hinata merajut itu semakin berpendar dengan kehadiran sekawanan kupu-kupu yang bercahaya di sekitarnya. Sementara Naruto, berdiri di bawah pohon di seberang, juga melakukan hal yang beberapa malam ini selalu ia lakukan, diam-diam terjaga menemani Hinata.

Namun entah ada angin apa, Naruto memutuskan menghampiri Hinata. Naruto berkomentar tentang rajutan syal yang selama beberapa malam ini menyibukkan tangan Hinata. Hinata hanya tersenyum kecil, sambil terus merajut. Hinata lalu berkata bahwa dirinya adalah kakak yang menyedihkan, saat ini adiknya hilang entah kemana, dan yang bisa dia lakukan hanya duduk di sini, merajut syal. Naruto tertawa, dan meminta Hinata untuk jangan berpikiran seperti itu, dia yakin sebentar lagi mereka akan menemukan Hanabi. Hinata lagi-lagi hanya tersenyum kecil, dia memuji Naruto yang dianggapnya sebagai sosok yang baik. Naruto tertawa, sebentar, lalu mereda.

Entah karena kelepasan atau memang sudah waktunya, Naruto tiba-tiba bergumam pelan bahwa alasan dia sangat bersemangat menyelamatkan Hanabi adalah, selain karena dia pribadi memang ingin menyelamatkan Hanabi, dia juga melakukannya demi Hinata. Hinata terhenyak, tangannya berhenti merajut. Dia menoleh ke arah Naruto, memandangnya tajam, meminta Naruto mengulangi apa yang baru saja dia katakan. Naruto gelagapan, mungkin menyadari bila lisannya terlalu ceroboh. Masih dengan tatapan yang sama, Hinata kembali meminta Naruto mengulangi perkataannya. Naruto dengan sedikit ragu mengulangi kata-katanya di bagian 'karena dia pribadi memang ingin menyelamatkan Hanabi'. Hinata masih memintanya mengulangi kata-kata lainnya sesudah itu. Naruto terdiam sejenak, menatap Hinata, lalu berkata lirih.

"Aku mencintaimu."

Mungkin inilah maksud pendar indah segala cahaya yang berbaris malam itu. Suasana hening, waktu seakan berhenti, hanya tatapan senyap dua insan itulah yang bersuara.

Keheningan seketika pecah oleh kedatangan tiba-tiba sang musuh, Toneri. Dia mengendarai semacam wahana, melayang turun dari atas bulan menuju tempat Hinata dan Naruto. Naruto seketika berteriak, segera bersiap berlari menerjang ke arah Toneri, namun langkahnya terhenti oleh Hinata. Tanpa bicara satu patah katapun, Hinata menyerahkan syal rajutannya kepada Naruto lalu melangkah, mendekat, dan menaiki wahana milik Toneri. Naruto yang tak juga paham apa yang sedang terjadi, dia berteriak, bertanya pada Hinata tentang apa yang sedang dia lakukan.

Dengan senyum sinisnya, Toneri menjawab bahwa tentu Hinata datang padanya karena mereka akan segera menikah. Naruto terhenyak, dia bertanya pada sang putri apakah yang dikatakan Toneri tersebut benar adanya. Hinata hanya menjawab dengan sebuah anggukan kecil, dia tak membantah. Naruto terdiam, seakan tak percaya. Sementara wahana Toneri mulai terbang menjauh.

Masih dalam kebingungannya, Naruto segera menaiki elang tinta milik Sai dan mengejar mereka, sambil terus berteriak meminta Hinata untuk kembali. Melihat Naruto terus mengejarnya, Toneri mulai menyerang. Dengan sebuah mantra aneh yang dilemparkannya ke arah Naruto, chakra Kurama milik Naruto langsung terkuras habis. Serangan tersebut juga jatuh menghujam tanah, menimbulkan lubang besar bekas tubrukan di sana. Naruto yang telah lemas juga jatuh ke dalam lubang tersebut, melihat ke arah langit dengan matanya yang mulai kabur, seiring Toneri dan Hinata yang terus menjauh, menghilang dari pandangan Naruto. Naruto tak sadarkan diri, di samping syal merah yang kini telah terbakar habis, simbol patah hati kah?

Fokus sejenak beralih ke keadaan di desa-desa para Shinobi. Setiap desa sedang berjuang mati-matian bertahan dari hujan komet dengan segala daya dan upaya yang mereka bisa lakukan. Namun diantara semuanya, Kumogakure terlihat paling menonjol. Di bawah komando Raikage, para Shinobi Kumo menggunakan sebuah meriam chakra berukuran raksasa untuk menghancurkan komet-komet tersebut. Dengan sumber daya seperti itu, pantaslah mereka disebut sebagai kekuatan militer utama diantara kelima desa besar yang lain.

Sementara di tempat lain, terlihat sosok yang kita temui di awal cerita, dialah Hiashi Hyuuga. Sang pimpinan klan Hyuuga tersebut terlihat tidak sadarkan diri, seakan kelelahan setelah pertarungan yang amat panjang. Tanpa disadarinya, sebuah langkah kaki misterius mendekati tempatnya terbaring. Sekelebat sosok yang sebenarnya tak asing mulai tampak dari kegelapan, seorang pemuda berjubah dengan tangan kiri yang tak lagi ada. Ya, sang pahlawan perang yang terlupakan, Uchiha Sasuke.

Jauh di sudut dunia yang lain, tim Shikamaru masih tertahan di dalam sebuah gua tak jauh dari lubang besar tempat Naruto terjatuh. Mereka beristirahat, terlihat pula Sakura yang sedang mengobati luka-luka Naruto yang masih tak sadarkan diri. Suasana tak secerah biasanya, terlihat rona murung di wajah mereka semua, kecuali mungkin Shikamaru. Dengan fokusnya yang masih terjaga, dia mencoba menepis kecurigaan dirinya sendiri beberapa waktu lalu. Namun ketika Shikamaru memandang keluar gua, pemandangan yang semakin menguatkan firasatnya pun terpampang. Sebuah planet berwarna biru terlihat dari kejauhan, Shikamaru benar, mereka tak lagi berada di bumi. Semua tempat, matahari, bintang, semua hal yang mereka temui sampai titik ini tak lebih dari sekedar keajaiban 'Hollow Earth'.

(Trivia ― Hollow Earth, atau bumi berongga adalah sebuah teori geologis kontroversial yang menganggap bumi memiliki sebuah rongga raksasa di dalamnya. Rongga tersebut memiliki sistem penunjang kehidupan sendiri seperti matahari, oksigen, dan sebagainya. Di movie The Last, teori ini mungkin diaplikasikan di bulan, dimana bulan digambarkan memiliki 'peradaban' di dalam rongganya)

Hinata terbangun dari tidurnya, atau pingsannya, entahlah. Dia melihat sekeliling, mendapati dirinya berada di sebuah kastil. Pandangannya terhenti di sebuah ranjang di seberang ruangan, terlihat sosok yang tak asing terbaring di atasnya, itu Hanabi. Dia tak sadarkan diri, kedua matanya tertutup balutan kain. Hinata bergegas mendekat ke arahnya, dia meraih tangan Hanabi dan menangis di atas jemari adiknya itu. Tiba-tiba Toneri muncul, ada yang sedikit berbeda darinya kali ini, kedua bola matanya kini berubah warna menjadi putih keperakan. Hinata mengenali sepasang mata itu. Ya, itu Byakugan milik Hanabi, yang kini telah berpindah ke dalam rongga mata Toneri.

Hari berganti, Hinata menghabiskan waktunya di kastil tersebut dengan duduk dalam lamunannya. Toneri coba membuka pembicaraan, dia meminta Hinata membuatkannya syal seperti yang dirajutnya untuk Naruto, dan entah karena terpaksa atau ada alasan lainnya, Hinata menyanggupi. Tak lama, Toneri mulai bercerita tentang dirinya sendiri. Toneri adalah keturunan terakhir dari Hamura Ootsutsuki, saudara kandung dari dewa para Shinobi, Hagoromo. Dia menjelaskan bahwa sebenarnya apa yang dia lakukan ini hanyalah untuk memenuhi wasiat dari kakek moyangnya, Hamura. Menurut Toneri, Hamura berwasiat bahwa keturunannya harus menghancurkan bumi apabila suatu saat nanti keturunan Hagoromo tak lagi mampu merawatnya dengan baik. Dan saat ini waktunya telah tiba, para Shinobi telah melampaui batasannya, merusak bumi dan bahkan mengganggu keseimbangan bulan, Toneri merasa bahwa saat inilah takdirnya harus dipenuhi.

Di momen ini juga terkuak apa sebenarnya yang dilihat Hinata ketika dia bertemu dengan arwah di desa mati sebelum dia pingsan. Ternyata itu adalah sebuah kilas balik, tentang sebuah perang besar di masa lalu yang terjadi di sini, di bulan. klan Otsutsuki, mereka pernah terlibat perang, entah dengan klan lain ataukah perang saudara, namun yang pasti salah satu pihak mengakhiri perang menggunakan sebuah senjata pemusnah massal. Senjata yang begitu dahsyat, hingga mampu menghapus seluruh klan lawan dengan satu kali tembakan. Kilas balik berakhir di situ. Namun gadis secerdas Hinata mulai paham sesuatu. Toneri, senjata itu, dan kehancuran bumi, ketiga hal tersebut pasti berhubungan, dan Hinata memutuskan untuk mencari tahu.

Suatu malam, masih di kastil yang sama, Hinata tertarik melihat sebuah pulau melayang dari balik jendela. Toneri menjelaskan bahwa itu adalah makam kakek moyangnya, Hamura Ootsutsuki, pulau tersebut akan melayang di dekat kastil sekali setiap satu tahun. Hinata menggunakan Byakugan untuk melihat ada apa di balik pulau tersebut, dan dia terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ternyata firasatnya benar, kilas balik tentang perang besar itu memang memiliki hubungan dengan Toneri. Senjata pemusnah massal yang dilihatnya dalam kilas balik itu ternyata tersimpan di dalam pulau, dan Toneri pasti akan menggunakannya untuk menghancurkan bumi, begitu pikirnya. Hinata memutuskan untuk menyusup, mencari tahu lebih dalam.

Belum lama langkahnya menginjak bagian dalam pulau, tiba-tiba sesosok samar muncul di hadapan Hinata. Di tengah keterkejutan Hinata, sosok itu memperkenalkan diri, dialah Hamura Ootsutsuki. Tanpa basa-basi, Hamura menjelaskan pada Hinata bahwa penghancuran bumi sama sekali bukan wasiatnya, dia berharap Hinata mampu menghentikan Toneri sebelum semuanya terlambat. Hamura percaya, sebagai anggota klan Hyuuga, Hinata yang juga masih keturunannya itu adalah satu satunya orang mampu melakukan tugas ini. Hinata masih belum sepenuhnya menguasai diri, namun dia tahu pasti apa yang dikatakan oleh sosok samar di depannya tersebut. Hinata ingin bertanya satu dua hal lagi pada moyangnya itu, namun ketika pandangan mata Hinata berusaha mencari sosoknya, Hamura telah menghilang.

Pencarian berlanjut. Dengan mata dan intuisinya yang tajam, Hinata akhirnya menemukan lokasi senjata tersebut. Tanpa banyak bicara Hinata berupaya menghancurkannya dengan segenap tenaga yang dia punya, namun gagal, dan Toneri tiba-tiba muncul dihadapannya. Hinata menceritakan semua yang dia dengar dari Hamura, meminta Toneri untuk menghentikan segala rencana kejamnya. Namun seperti bicara pada sebuah dinding, Hinata tak dihiraukan. Lagi-lagi Toneri menggunakan mantra aneh pada Hinata, tubuhnya memucat seakan kehilangan daya kehidupannya. Sementara di saat bersamaan, sebuah lukisan wajah yang menggambarkan Hinata yang sedang menangis muncul di dinding. Lukisan itu terlihat sangat hidup, seakan memiliki jiwa. Dan benar saja, memang di dalam lukisan itulah jiwa Hinata terpenjara, sehingga tubuhnya kini tak lebih dari sekedar boneka yang bergerak tanpa nyawa. Mungkin dengan cara seperti inilah Toneri membuat pasukan bonekanya.

Jauh di sisi lain bulan, ini sudah tiga hari sejak kejadian hilangnya Hinata. Naruto akhirnya terbangun dari pingsannya, dan kata-kata pertama yang dia ucapkan adalah sebuah pertanyaan, tentang Hinata. Hal itu tak lagi aneh di telinga anggota tim yang lain, sebab menurut Sai, selama tak sadarkan diri Naruto juga terus memanggil nama Hinata, lagi dan lagi. Dan seperti biasa, Sai masih sempat berkomentar dengan polosnya. Jadi seperti inilah rasanya ketika cinta kita bertepuk sebelah tangan, begitu katanya. Naruto hanya terdiam.

Melihat Naruto sudah siuman, Shikamaru memutuskan mereka harus segera bergerak, melanjutkan misi pencarian Hanabi, dan sekarang juga Hinata. Naruto masih terdiam tanpa jawaban, hal itu menyulut reaksi keras sang ketua tim. Shikamaru membentak Naruto, bila Naruto menyerah begitu cepat seperti ini, dia sama sekali tidak pantas menjadi seorang Hokage. Wajarnya orang yang sedang kalut, Naruto mencengkeram kerah baju Shikamaru, menganggap teman akrabnya sejak kecil itu tidak tahu apa-apa tentang masalahnya, dan memperingatinya untuk tidak banyak bicara. Shikamaru, dengan nada bicara yang semakin keras berkata, "Aku memang tidak tahu masalahmu dengan Hinata! Tapi kalau kau masih berani menyebut dirimu seorang Shinobi, bangun, ayo lanjutkan misi! Bila tidak, diam saja dan matilah di sini!". Sai terdiam, dia tidak pernah melihat Shikamaru bersikap sekeras itu. Naruto melepaskan cengkeramannya, dan melangkah gontai ke sudut lain gua itu, termenung.

Shikamaru terdiam sejenak, lalu menghampiri Naruto, menggenggam lengannya dan menyeretnya ke suatu tempat. Di tempat yang hanya diterangi sepasang obor itu terlihat Sakura yang sedang terbaring, beristirahat. Sakura kelelahan setelah hampir seluruh chakranya telah dia gunakan untuk merawat Naruto. Shikamaru meninggalkan tempat itu, memberi kesempatan Naruto dan Sakura untuk bicara berdua.

Sakura tersenyum kecil melihat Naruto sudah sadar, dia menanyakan keadaannya saat ini. Naruto menjawab dengan pertanyaan yang sama, dan lagi-lagi hanya dibalas senyum oleh Sakura. Naruto mulai bercerita tentang Hinata yang dengan sukarela bersedia pergi bersama Toneri. Sakura menimpali, bila Hinata melakukan hal itu, sudah jelas dia punya pertimbangan tertentu, entah rencana atau apapun, yang pasti gadis secerdas Hinata tidak akan melakukan hal berbahaya seperti itu tanpa paham benar apa yang dilakukannya. Sakura menyebut Naruto sebagai orang yang bodoh karena mencerna sikap Hinata terlalu harfiah, dan orang yang super bodoh kalau sudah tentang cinta dan perasaan. Sakura telah lama tahu bahwa Naruto menyimpan rasa untuknya, namun Sakura tidak bisa membalas perasaan Naruto karena Sasuke, dan hanya Sasuke lah yang ada di dalam hati Sakura sejak dulu. Atas dasar itu, Sakura sangat yakin bila Hinata, yang telah menyukai Naruto jauh lebih lama dari masa jatuh cinta Sakura ke Sasuke, tidak akan pernah memalingkan perasaannya ke orang lain. Mendengar itu Naruto mulai bisa tersenyum, dia paham apa yang coba dikatakan Sakura.

Sementara itu di bumi, semua Shinobi masih sibuk mempertahankan dirinya sendiri dari hujan komet yang melanda desa mereka. Di atas langit Konoha, pecahan besar komet meluncur deras ke arah desa. Rock Lee segera bertindak cepat dan menghancurkannya dengan sebuah tendangan, namun komet lain yang tak kalah besar meluncur melewati penjagaannya.

Ketika seakan segera menghujam tanah Konoha, komet besar itu mendadak hancur berkeping-keping. Kakashi yang menyaksikan hal itu pun bertanya-tanya, sebelum akhirnya rasa penasarannya terjawab oleh sosok misterius yang berkata bahwa selama Naruto tidak ada di desa, maka dirinya lah yang akan melindungi Konoha. Ya, sosok itu adalah Sasuke. Setelah berkata seperti itu, Sasuke menghilang. Bersamaan dengan hilangnya Sasuke, tiba-tiba tubuh Hiashi yang tak sadarkan diri sudah terbaring di belakang Kakashi, Izumo, dan Kotetsu.

Di Kumogakure, hujan komet telah berhasil dijinakkan oleh meriam chakra mereka. Kumo mengalihkan sasarannya ke asteroid-asteroid yang belum memasuki atmosfer bumi, dan kemudian bulan itu sendiri. Raikage menginformasikan rencana itu kepada semua Kage yang lain.

Kembali ke kastil, Hinata yang telah kehilangan jiwanya itu terlihat berdiri di atas altar bersama Toneri, sepertinya prosesi pernikahan sedang berlangsung. Namun sebelum semuanya terlambat, datanglah para penyelamat. Naruto dan Shikamaru tiba-tiba muncul menginterupsi jalannya pernikahan, Toneri panik dan membawa Hinata keluar dari tempat itu. Naruto dan Shikamaru berusaha mengejar, namun puluhan boneka Toneri muncul menghalangi jalan mereka. Sakura bertarung dengan boneka Toneri, teman Naruto memutuskan untuk tinggal dan menghadapi mereka, dan menyuruh Naruto segera pergi menyusul Toneri dan Hinata.

Toneri terkejar. Naruto meminta Hinata kembali dan bersiap untuk menyerang. Toneri yang mulai terpojok menggunakan cara licik, dia menggunakan Hinata yang telah kehilangan jiwanya untuk menyerang Naruto. Namun Naruto mampu menghindar, dan mampu menangkap Hinata. Naruto lalu mencoba menghilangkan pengaruh mantra Toneri yang ada pada Hinata, dan dia berhasil. Toneri yang melihat itu kembali bersiap menggunakan mantra anehnya untuk mempengaruhi Hinata sekali lagi, namun tiba-tiba dia merasakan sakit yang luar biasa di kedua matanya. Apa mungkin Byakugan Hanabi memberontak pada tuan barunya? Hinata dan Naruto memanfaatkan celah itu untuk melarikan diri, meninggalkan Toneri yang masih kesakitan. Naruto dan Hinata segera bergegas menuju tempat senjata pemusnah massal milik Toneri tersimpan.

Sesampainya di sana, mereka segera mencoba menghancurkan senjata itu dengan segenap tenaga, namun entah kenapa, tetap gagal. Naruto tiba-tiba teringat momen ketika mereka menggabungkan kekuatan di perang dunia Shinobi waktu pertarungan menghadapi Juubi dan Obito, kita harus mencobanya lagi, begitu kata Naruto. Hinata segera memfokuskan chakranya dan membentuk dua telapak singa Juho Shoshiken, sementara Naruto merapal Oodama Rasengan, lalu menggabungkan keduanya. Dan kali ini berhasil, senjata itu hancur berkeping-keping, menguak sebuah pemandangan yang sangat mengerikan. Ratusan bola mata Byakugan terlihat bertebaran seiring ledakan senjata tersebut. Hinata dan Naruto terdiam sejenak melihat pemandangan seperti itu, namun segera menguasai diri mereka dan bergegas menyusul anggota tim yang lain.

Keduanya akhirnya bertemu dengan Shikamaru, Sai, dan Sakura yang ternyata telah menemukan Hanabi. Namun bukan hanya Hanabi, Sakura juga menemukan sebuah syal merah yang dirajut Hinata untuk Toneri. Dia lalu memberikannya pada Hinata, dan menyuruhnya melakukan apa yang seharusnya dia lakukan sejak lama, yaitu memberikan syal itu kepada Naruto. Kali ini tanpa rona merah atau keraguan, Hinata memberikan syal itu pada Naruto, dan tanpa ragu pula, Naruto menerimanya dengan senang hati.

Kembali ke bulan. Toneri yang sepertinya telah keluar dari kesakitannya segera mengeluarkan semacam patung raksasa yang wujudnya mengingatkan kita pada Gedo Mazo, cangkang Juubi yang kini terkunci di dimensi lain. Toneri dan patungnya segera menyerang Naruto dan kawan-kawannya. Ia kembali merebut Hinata dari Naruto lalu mengurungnya di sebuah kurungan berwarna emas. Melihat hal itu, Naruto segera bersiap bertarung. Dia menggabungkan Sennin mode dan chakra Kurama, sekaligus mewujudkan Kurama itu sendiri. Kedua mahluk raksasa itu pun saling berhadapan, pertarungan pun dimulai.

Saat tengah menemani Hiashi yang terbaring, Kakashi dapat laporan bahwa sesuatu sedang terjadi di bulan, dia punya firasat bahwa Naruto dan yang lainnya pasti sedang ada di sana. Sehingga ketika Raikage menginformasikan rencananya menghancurkan bulan, Kakashi bersikeras untuk menghentikannya. Namun watak keras Raikage tak mudah dilawan, setelah Kakashi mendapatkan dukungan dari ketiga Kage yang lain, barulah Raikage melunak. Dia setuju menunda serangan selama satu jam, bila lebih dari itu, Kumo akan melanjutkan rencananya.

Pertarungan sengit terjadi di permukaan bulan. Naruto dan Toneri saling bertukar serangan. Mungkin karena merasa terdesak, Toneri menggunakan semacam mode Rikudo dan segera mengeluarkan sebilah pedang raksasa dengan kekuatan yang amat dahsyat. Dengan satu tebasan dari pedang itu, Toneri mampu membelah bulan menjadi dua bagian. Luar biasa!

Naruto tak kehilangan fokusnya, dia segera merapal Rasenshuriken dan melemparkannya ke arah Toneri, namun dapat dihindari. Jual beli serangan terus terjadi, hingga akhirnya entah kenapa dan bagaimana, Toneri kehilangan mode Rikudonya. Naruto memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali menyerang Toneri. Namun ketika serangan Naruto hampir siap, tiba-tiba ratusan Byakugan yang berasal dari senjata pemusnah yang dihancurkan oleh Hinata dan Naruto tadi diserap oleh Toneri, dan memberinya energi tambahan. Dengan energi itu, Toneri membentuk semacam bola chakra berwarna hijau. Bola chakra itu mampu menyerap seluruh chakra Naruto, bahkan Naruto kehilangan Sennin mode dan mode Kuramanya. Toneri tertawa, seolah dia telah menang.

Namun tanpa dia sadari, bola chakranya juga menyerap energi matahari, energi yang sangat sulit dikendalikan. Tubuh Toneri mulai mengembang dan melayang ke luar angkasa, membuatnya sangat lemas. Ketika seakan tubuhnya akan meledak, tiba-tiba ada yang menggenggam lengannya dan menariknya kembali ke permukaan bulan, itu Naruto. Toneri yang telah lemas tanpa daya mendarat kembali di permukaan bulan, Hinata segera mengambil kembali mata Hanabi darinya. Toneri Ootsutsuki sudah kalah.

Bersamaan dengan jatuhnya Toneri, patung raksasa yang sedari tadi bertempur menghadapi Kurama juga ikut menghilang. Misi telah selesai, Toneri sudah dikalahkan, Hinata dan Hanabi pun telah berhasil diselamatkan. Kurama segera mengirim sinyal dengan sebuah tulisan ke orang-orang di bumi. Naruto memang seseorang yang tak pernah ingin mempertahankan permusuhan, dia dengan yakinnya mengajak Toneri untuk ikut pulang ke bumi bersama mereka, daripada harus hidup seorang diri di bulan. Toneri hanya tersenyum, dia berkata bahwa lebih baik dia hidup di sini, di bulan, jauh dari peradaban. Naruto menawarinya sekali lagi, namun kembali, Toneri tersenyum dan menolak.

Shikamaru, Sakura, dan Sai telah lebih dulu keluar dari rongga bulan dan tiba di danau tempat pertama kali mereka masuk. Sementara Hinata dan Naruto, yang berjalan pelan menyusul mereka telah sampai di gua dengan bulan-bulan kecil yang melayang di langit-langitnya. Sama seperti ketika di dalam danau, bulan-bulan kecil itupun mulai menampilkan berbagai kilas balik ingatan Hinata dan Naruto, namun kali ini mereka berdua dapat melihat ingatan satu sama lain, tanpa ada batasan. Naruto meraih tangan Hinata, menggenggamnya erat. Sambil saling berpegangan tangan, mereka melompat dari satu bulan ke bulan yang lain, menuju langit-langit gua.

Naruto teringat tentang tugas yang diberikan guru Iruka semasa di akademi dulu, tentang nama seseorang. Naruto teringat betapa sulitnya dia menentukan nama siapa yang harus dia tulis, karena dia memang tidak punya siapa-siapa dalam hidupnya. Namun kini semua berubah, dia sudah tahu nama siapa yang akan dia tulis. Tepat di depan Hinata, Naruto berkata bahwa dia sangat mencintainya, dan ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama Hinata. Hinata tersenyum, dia tak bisa berkata apapun selain, iya.

Seiring perjalanan mereka ke langit-langit gua, gambaran evolusi cinta mereka terpampang jelas di bulan-bulan kecil di sekitar mereka. Terasa sangat nyata, karena penampilan mereka berdua juga ikut berganti seiring kilas balik apa yang sedang diperlihatkan. Di mulai dengan masa remaja mereka, ketika Naruto baru pulang dari latihan tiga tahunnya bersama Jiraiya, lalu berlanjut dengan kilas balik ketika masa-masa mereka menjadi Genin, dan ditutup dengan masa kecil mereka, masa ketika untuk pertama kali mereka bertemu.

Gua itu mulai runtuh sedikit demi sedikit, tepat ketika mereka berdua sampai di langit-langit. Mereka keluar dari gua dan segera menyelam ke dalam danau, menyusul Shikamaru dan yang lain. Setelah semua orang sudah kembali berkumpul, Naruto menggunakan Rasengan untuk melubangi mulut gua dan mereka pun keluar dari situ, dan entah kenapa, melayang di udara. Mereka terus melayang. Dan tepat di depan sang purnama, Naruto menarik Hinata ke pelukannya, lalu ah, kejadian sesudahnya tak perlu lagi diceritakan.

Akhir yang manis untuk sebuah cerita yang luar biasa.

Dalam scene credit, kita diperlihatkan banyak sekali gambar tentang pernikahan Naruto dan Hinata. Terbalut rapi dengan alunan tembang Hoshii no Utsuwa dari Sukima Switch yang menjadi latarnya. Menjelang akhir credit, diperlihatkan pula Sasuke yang sedang menjelajahi sebuah gurun pasir, sendirian. Credit scene berakhir dengan foto bersama semua yang hadir di pernikahan Hinata dan Naruto, termasuk Hanabi yang memegang foto kakak sepupunya yang telah meninggal, Hyuuga Neji.

Selesai.
Tag :
Pada zaman dahulu kala ada sebuah pohon besar yang tumbuh disuatu tempat di bumi. Pohon itu disebut pohon suci oleh orang-orang yang hidup disekitar pohon itu, sehingga semua orang itu menyembah dan memuja pohon itu. Pada saat itu, banyak orang-orang yang berperang tetapi belum berperang menggunakan cakra, karna pada zaman dahulu orang orang belum bisa menggunakan Chakra.

Hingga muncul seorang putri yang ingin menghentikan peperangan itu, tetapi putri itu tidak mempunyai kekuatan untuk menghentikan peperangan itu. Hingga suatu saat pohon suci itu berbuah, lalu buah dari pohon suci itu dimakan oleh sang putri. Setelah buah itu dimakan sang putri, putri itu menjadi sangat kuat, karena buah yang dimakan adalah buah dari pohon suci, dan buah itu mengandung kekuatan (Chakra) yang sangat besar. Lalu putri itu menggunakan cakra yang sangat besar itu untuk menghentikan peperangan di dunia hingga sampai menguasai dunia. Dengan kekuatan yang sangat besar, putri itu dianggap sebagai dewa sekaligus iblis. Semua orang memuja sekaligus takut pada putri itu, karna mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa putri itu bisa menghentikan peperangan di dunia, putri itu bernama Kaguya Ootsusuki.

Kaguya Ootsusuki kemudian melahirkan dua anak yang di beri nama "Hagoromo Ootsusuki" dan "Hamura Ootsusuki". Suatu ketika pohon suci itu sangat marah, dan pohon suci itu bereinkarnasi (Berubah) menjadi Juubi. Juubi itu menginginkan kekuatanya kembali yang telah diambil Kaguya Ootsusuki. Untuk dapat pengampunan dari dosa Kaguya Ootsusuki dulu, Kaguya Ootsusuki dan dua anaknya bertarung melawan Juubi yang merupakan reinkarnasi dari pohon suci, dan kemudian menyegelnya kedalam tubuh Hagoromo Ootsusuki. Pohon suci yang berinkarnasi menjadi Juubi itu berjuang keras untuk mendapatkan kekuatannya kembali, tetapi Juubi itu akhirnya di segel.

Hagoromo Ootsusuki dan Saudaranya adalah orang pertama yang terlahir  dengan Chakra. Setelah menyegel Juubi, Hagoromo Ootsusuki berkelana ke seluruh penjuru dunia untuk menghentikan peperangan yang belum selesai. Karena Hagoromo Ootsusuki seorang Biksu (Petapa), dan karena kekuatannya yang luar biasa, Hagoromo Ootsusuki diberi gelar "Sage of The Six Parth" (Enam Jalur Petapa) yang sering disebut orang-orang setempat sebagai Rikudou Sennin.

Rikudou Sennin kemudian mempunyai dua orang anak, anak pertama diberi nama "Indra Ootsusuki" dan anak kedua diberi nama "Ashura Ootsusuki". Rikudou Sennin mengajari mereka Ninshuu. Akan tetapi mereka memiliki perbedaan yang sangat jauh.  Anak pertama memiliki gen Chakra Rikudou Sennin yang kuat, sedangkan anak keduanya mewarisi fisik dan hati Rikudou Sennin yang kuat, tetapi anak kedua tidak memiliki kekuatan yang sama seperti sang kakak. Perbedaan yang sangat jauh.

Pada dasarnya sang kakak Indra memiliki kemampuan yang sangat hebat, sementara Ashura kemampuannya sangat buruk. Indra yang terlahir dengan kekuatan mata dan kemampuan bertarung yang hebat dianggap jenius, dia selalu melakukan semua yang ia mau. Berbeda dari orang-orang, Indra juga sadar kalau  kekuatan bisa membuat apapun menjadi nyata. Disisi lain Ashura tidak bisa melakukan segala sesuatu dengan baik. Bahkan sejak dia masih kecil, ia tidak bisa melakukan apapun seorang diri. Untuk bisa menandingi kekuatan kakaknya, ia butuh banyak usaha serta dukungan orang lain. Setelah melewati latihan yang sangat keras, Chakra dalam dirinya mulai muncul. Akhirnya ia memperoleh kekuatan yang sama dengan kakaknya. Dia juga sadar kalau kerjasama dan bantuan dari orang lainlah yang membuatnya menjadi kuat. Dia mengerti dari menjaga orang lain, dan sadar kalau cinta bisa membuat segalanya menjadi nyata.

Dari jalan yang Ashura tempuh, Rikudou Sennin bisa melihat adanya kemungkinan Ashura menjadi penerusnya. Karena dirinya semakin lama semakin tua, Rikudou Sennin kemudian memecah kekuatan (Chakra) Juubi yang ada dalam dirinya dengan Jurus Chibaku Tensai. Rikudou Sennin memecah Juubi menjadi 9 Bijuu, kemudian memberikan nama pada tiap bagiannya. Setelah memecah Juubi menjadi 9 Bijuu, Rikudou Sennin menyebarkan para Bijuu ke seluruh penjuru dunia agar para bijuu mengerti arti kekuatan yang sebenarnya dan mencegah Juubi bangkit kembali.

Setelah Rikudou Sennin  memecah cakra Juubi dan menyebarkan ke seluruh penjuru dunia, Rikudou Sennin mengangkat anak keduanya (Ashura) untuk menggantikan dirinya. Rikudou Sennin percaya kalau hubungan yang disebut dengan kerjasama adalah kekuatan yang sesungguhnya. Rikudou Sennin juga menjadikan Ashura sebagai pewaris ninshuu, jadi dia bisa memimpin orang-orang dan Rikudou Sennin berfikir bahwa Indra juga akan mau bekerjasama. Namun Indra tidak mau menerimanya, dan sejak saat itu semuanya dimulai (perang yang panjang). Perang yang berkepanjangan terus berlangsung. Meskipun tubuh mereka telah hancur, Chakra mereka tetap tidak menghilang, selalu berpindah dari waktu ke waktu. Rikudou Sennin meninggal sebelum mendamaikan dunia (menghentikan peperangan) di muka bumi. 

Kata Hogoromo (Rikudou Sennin) Naruto adalah reinkarnasi dari Ashura, mereka juga mempunyai banyak kesamaan. Sedangkan Sasuke adalah reinkarnasi dari Indra sang kakak. Sebelum Naruto dan Sasuke, Ashura dan Indra juga bereinkarnasi sebagai seseorang yang bermusuhan. Ashura bereinkarnasi sebagai Hashirama Senju, dan Indra sebagai Madara Uchiha, mereka selalu bertarung. Tetapi Naruto sebagai reinkarnasi Ashura, dan Sasuke sebagai Indra, mereka ditakdirkan bukan untuk bertarung lagi, tetapi untuk bekerjasama.
Tag :
Film Boruto the Movie telah diputar di Jepang sejak tanggal 7 Agustus 2015. Film dibuka dengan adegan pertarungan yang sangat seru antara Uchiha Sasuke melawan keturunan dari Otsutsuki Kaguya yaitu Otsutsuki Kinshiki dan Otsutsuki Momoshiki. Keturunan Kaguya ini mempunyai keahlian menyerap ninjutsu, dan menggunakan ninjutsu yang diserap untuk menyerang lawannya. Berusaha untuk mengumpulkan kembali chakra dari Bijuu untuk dijadikan satu, Kinshiki dan Momoshiki mengincar Hachibi dan Kyuubi.

Di desa Konoha, Boruto, Sarada dan Mitsuki yang telah menjadi satu tim berusaha untuk menyelesaikan misi pertamanya yang dipimpin oleh sensei Konohamaru. Misinya adalah menangkap beruang yang merusak desa. Dengan mudah tim Boruto menyelesaikan misinya, dan sensei Konohamaru pun juga menunjukkan pada Boruto kalau dia mempunyai alat ninjutsu yang dipakai di pergelangan tangan. Dengan alat itu, Konohamaru dapat menggunakan ninjutsu dari berbagai elemen (air, angin, petir, tanah dan api) dengan bebas dan cepat.

Alat ninjutsu itu ternyata alat yang dibuat oleh ilmuwan ninjutsu di desa Konoha. Dan para ilmuwan yang dipimpin oleh Katasuke itu sedang gencar-gencarnya mempromosikan alat tersebut supaya dapat dipergunakan di ujian Chuunin. Tapi sayangnya, Naruto menolak alat tersebut digunakan di ujian Chuunin, karena menurutnya itu bukan kemampuan alami dari sang ninja.

Naruto yang sangat sibuk dengan posisinya sebagai Hokage ke-7, mempunyai sedikit waktu untuk keluarganya. Hal ini membuat Boruto membenci Naruto, dan ingin mendapat perhatian dari Naruto dengan menjadi lebih kuat daripada Naruto. Dan mengancam Naruto bila hari ini tidak pulang ke rumah untuk merayakan ulang tahun Himawari, maka Boruto tidak akan mengampuni Naruto.

Ketika perjalanan pulang Boruto, Sarada dan Mitsuki mengobrol tentang orang tua masing-masing. Boruto enak ya, ayahnya seorang Hokage, kakeknya pun Hokage. Sarada pun juga ayahnya Uchiha Sasuke orang terkuat setara dengan Hokage ke-7. “Mitsuki orang tuamu siapa? Saya tidak pernah dengar apapun tentang orang tuamu” kata Boruto. Perbincangan terputus karena Hinata dan Himawari menjemput Boruto dan mengajak pulang bersama.

Naruto hadir pada perayaan ulang tahun Himawari, tapi sayang kue terjatuh dan ternyata itu hanyalah Kage Bunshin Naruto. Sontak marahlah Boruto, Hinata berusaha menenangkan tapi tidak berhasil. “Ping pong” bunyi bel rumah, Boruto pun mengira ayahnya pulang dan menyambutnya dengan sebuah pukulan. Pukulan ditangkis, ternyata bukan Naruto melainkan Sasuke yang sedang mencari Naruto untuk menceritakan pengalamannya melawan Kinshiki dan Momoshiki. Hinata pun menjawab, “Naruto masih ada di ruang Hokage”. Sasuke pun ke kantor Hokage untuk menemui Naruto.

Sepulang dari kantor Hokage, Boruto berusaha menyerang Sasuke dan berupaya untuk menjadi murid Sasuke dengan tujuan menjadi lebih kuat dari Naruto. Sasuke pun mengajukan syarat, “Kalau bisa Rasengan, saya angkat jadi murid”. Dengan semangat menggebu-gebu, pagi-pagi buta Boruto ke rumah sensei Konohamaru untuk minta diajari Rasengan. Meskipun Rasengan yang dihasilkan oleh Boruto masih kecil, Sasuke menepati janjinya dan mengangkat Boruto menjadi murid.

Ujian Chuunin pun akan dimulai, Boruto mendapat kunjungan dari ilmuwan ninjutsu Konoha untuk menggunakan alat ninjutsu di pergelangan tangan supaya menjadi lebih kuat. Meskipun alat tersebut dilarang digunakan di ujian Chuunin, Boruto mengenakan alat tersebut di pergelangan tangannya.

Ujian pertama Boruto, Sarada dan Mitsuki lulus. Ujian kedua, Boruto mengalami kesulitan dan menggunakan alat ninjutsunya, menyerang dengan elemen air dan petir. Untungnya tidak ketahuan oleh para Sensei, sehingga dinyatakan lulus. Ujian ketiga, Boruto melawan Shikadai Nara (anak dari Shikamaru dan Temari). Mengalami kesulitan menghadapinya, Boruto pun menggunakan alat ninjutsunya. Dan akhirnya Shikadai menyerah, Boruto dinyatakan menang. Tapi Naruto melihat sesuatu yang aneh pada Boruto dan meminta Hinata menggunakan Byakugan untuk melihat Boruto. Akhirnya Naruto mendekati Boruto dan mendiskualifikasikan Boruto karena menggunakan alat ninjutsu yang dilarang digunakan di ujian Chuunin.

Tidak disangka dan secara tiba-tiba Kinshiki dan Momoshiki muncul dan menghancurkan arena pertarungan. Naruto dan Sasuke berusaha melawan dengan kekuatan gabungan antara Susano’o dan Kyuubi. Karena ada Boruto dan Sarada, Naruto meminta Sasuke melindungi mereka dan Naruto bertarung dengan sekuat tenaga. Naruto kalah, dan dibawa ke dimensi lain oleh Kinshiki dan Momoshiki untuk diserap kekuatan Kyuubinya.

Sasuke dibantu dengan 4 Kage dan juga Boruto mengejar Kinshiki dan Momoshiki ke dimensi lain menggunakan Rinnegan. Melalui pertarungan yang sangat sengit Kinshiki berhasil diikat, dan Momoshiki pun terpojok. Kinshiki dengan sekuat tenaga melepaskan diri dari ikatan dan bergabung menjadi satu dengan Momoshiki. Dengan ilmu bayangan, Naruto dan 4 Kage dibuat tidak bisa bergerak. Sasuke pun menyuruh muridnya Boruto untuk bertarung dan menggunakan Rasengan kecilnya. Tidak disangka Rasengan kecil Boruto berhasil mengenai Momoshiki. Alhasil Naruto dan 4 Kage terbebas dari ilmu bayangan. Sasuke menyebut Rasengan Boruto adalah Rasengan yang menghilang. Sasuke menyuruh Boruto sekali lagi menyerang Momoshiki dengan Rasengannya, Naruto pun menyetujuinya dan memberi kekuatan pada Boruto sehingga rasengan Boruto menjadi Rasengan raksasa (hal ini mengingatkan penulis pada manga Dragon Ball ketika Gohan melawan Cell dimana Goku membantu dan memadukan Kamehamehanya dengan Gohan. Apakah Kishimoto sensei terinspirasi Dragon Ball ya?). Dan akhirnya Momoshiki berhasil dilenyapkan oleh Boruto.

Setelah meraih kemenangan mereka semua kembali ke desa Konoha dan hidup damai bersama keluarga masing-masing. Diakhir cerita Boruto, Sarada dan Mitsuki berbincang mengenai masa depan mereka. Sarada ingin menjadi Hokage, dan bilang kepada Boruto supaya jangan menghalangi langkahnya. Boruto menjawab, "Saya akan mendukung Sarada menjadi Hokage. Ayah saya Hokage, kakek saya Hokage, dan saya ingin mencoba jalan hidup berbeda dengan mereka. Saya ingin menjadi ninja seperti Uchiha Sasuke". Dan Mitsuki yang orang tuanya tidak diketahui siapa, kembali ditanya oleh Sarada dan Boruto. Sebenarnya orang tuamu itu siapa sih? Dan Mitsuki menjawab, “Orang tua saya adalah OROCHIMARU”. Boruto bertanya, “Orochimaru itu siapa?” Sarada yang kaget pun bertanya, “Jadi Orochimaru itu ayah kamu atau ibu kamu??”. End

Menurut mimin Boruto: Naruto The Movie ini lebih seru dan keren bila dibandingkan dengan film sebelumnya, The Last: Naruto The Movie. Karakter Sasuke sangat dominan dan banyak keluar di film ini.
Tag :
Cerita Sebelumnya Akhir Cerita Naruto semua hidup dengan bahagia, dunia yang tadinya kacau telah menjadi dunia yang damai. Bahkan tak ada peperangan terjadi setelah perang dunia shinobi ke 4 (antara Madara vs Naruto dkk). Sampai-sampai Ten Ten yang waktu itu kejatuhan perlengkapan senjata Rikudou Sennin (episode 414) dan menjual senjata tersebut tidak laku. Padahal senjata Rikudou itu sangatlah bersejarah, mungkin Shinobi pada waktu itu berfikir "buat apa senjata, orang dunia sudah damai tidak ada lagi yang namanya peperangan".

Naruto menikah dengan Hinata dan mempunyai dua anak, laki laki dan perempuan. Namanya Uzumaki Boruto dan Hinamawari. Sama seperti ayahnya saat kecil, Uzumaki Boruto juga mencorat-coret patung Hokage. Selain wajah yang mirip, Naruto dan Boruto juga memiliki sifat yang mirip pula, mereka sama-sama suka makan mie Ramen.

Sedangkan Sasuke menikah dengan Sakura, namun soalnya fisik anak Sasuke (Sarada) sangat mirip dengan Karin, tetapi sifatnya mirip dengan Sakura. Ini menjadi teka-teki dikalangan banyak fans, apakah Sarada anak hasil hubungan Sasuke dengan Karin atau Sakura? Bagaimana menurut kalian? 

Nara Shikamaru menikah dengan Temari, shinobi yang menggunakan kipas itu loh. Ino menikah dengan Sai, sementara Chuoji menikah dengan Karui, dan kawan-kawan Naruto yang lain (mimin juga lupa menikah dengan siapa), mungkin kalian ada yang tau? silahkan share di komentar.

Apakah Naruto menjadi Hokage? jawabannya adalah iya, Naruto akhirnya menjadi Hokage ke-7 atau Nanadaime menggantikan Kakashi yang menjadi Hokage ke-6. Kakashi sendiri menjadi Hokage karena para Shinobi Konoha menganggap kalau Tsunade sudah meninggal, akhirnya para petinggi Konoha melakukan rapat untuk kepemimpinan Konoha (ya seperti waktu Minato diangkat Hokage), dan akhirnya Kakashi yang terpilih. Mengingat permintaan terakhir dari Obito yang menginginkan Kakashi harus menjadi Hokage, Kakashi pun menerima mandat tersebut. Nah waktu patung Kakashi sedang di buat, tiba-tiba Tsunade muncul ke Konoha, ini membuat warga Konoha terkejut melihat kemunculan Tsunade. Lalu gelar Kakashi diberikan kepada Naruto, entah apa alasannya saya juga tidak tau.

Lalu bagaimana dengan perang dunia Shinobi ke-4? Perang tersebut berkahir dengan kematian Madara dan kemusnahan Kaguya. Madara mati karena Juubi diekstrak dari tubuhnya, sementara Kaguya di Chibaku Tensei oleh Naruto dan Sasuke. Sebelumnya Naruto dan Sasuke telah bangkit kembali. Ya mereka akhirnya bangkit kembali setelah bertemu dengan Hagoromo (Rikudou Sennin), kakek Rikudou memerintahkan kepada Naruto dan Sasuke untuk menyegel Juubi dengan Chibaku Tensei. Lalu Rikudou memberikan Chakranya kepada Naruto dan Sasuke. Naruto menjadi mirip sekali dengan Rikudou dengan benda bulat hitam yang mengelilinginya, seperti yang ada pada Obito waktu jadi Jinchuriki Juubi apalah namanya saya lupa. Sedangkan Sasuke memiliki Rinnegan asli di mata kirinya, sementara mata kanannya tetap Sharingan.

Naruto yang diberi mandat untuk menyegel Juubi akhirnya banting stir ketika Kaguya muncul, dan akhirnya Kaguya yang di segel. Setelah perang berakhir, Naruto & Sasuke bertarung lagi di lembah kematian seperti dulu. Penyebabnya adalah perbedaan pendapat, Sasuke kembali menjadi baik karena ia sendiri ingin mengubah dunia Shinobi dengan menjadi Kage kemudian membagun desa impiannya itu. Lalu Sasuke berencana untuk menyegel kesembilan Biju dengan kekuatan yang dimilikinya sekarang. Naruto yang mengetahui rencana Sasuke itu akhirnya marah hingga pertarungan antara keduanya tidak bisa di redakan lagi. Pertarungan hebat kembali terjadi, sangat berbeda dengan pertarungan mereka yang pertama, kali ini pertarungannya lebih dahsyat karena mereka sudah memiliki Chakra Rikudou Sennin. Lalu siapa yang menang? keduanya sama sama kalah, tangan kanan Naruto ancur, sementara Sasuke tangan kirinya yang ancur.

Setelah mereka selesai bertarung akhirnya Kakashi diangkat menjadi Hokage, kemudian gelarnya di berikan ke Naruto seperti yang mimin jelaskan diatas. Jadi intinya akhir cerita Naruto adalah Naruto menjadi Hokage dan mempunyai dua anak yang bernama Boruto dan Hinamawari. Keadaan dunia menjadi sangat damai, dan tidak ada peperangan yang terjadi lagi itulah inti dari akhir cerita Naruto.

Oke akhirnya selesai juga mimin menulis artikel yang berjudul Akhir Cerita Naruto ini, terima kasih telah membacanya sampai disini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kalian. Mimin menulis artikel ini dengan bekal pengetahuan tentang Naruto yang diketahui. Mohon maaf jika yang mimin katakan menyimpang dengan cerita sebenarnya. Memang itulah yang mimin ketahui.
Tag :
Cerita Sebelumnya Tobi yang menyamar sebagai Madara Uchiha, mengumumkan bahwa ia ingin mendapatkan semua dari sembilan Bijuu, sehingga yang belum tertangkap hanya dua Bijuu lagi untuk melakukan ilusi yang kuat untuk mengendalikan seluruh umat manusia. Para Kage dari lima desa ninja menolak untuk membantunya dan bekerjasama untuk menghadapi Tobi dan sekutu-sekutunya. Hal ini menyebabkan perang dunia ninja keempat antara pasukan aliansi dari seluruh desa ninja melawan Akatsuki. 

Naruto dan Killer Bee yang diincar oleh akatsuki menolak untuk bersembunyi sebagaimana desakan para Kage. Ketika Naruto muncul di medan perang, ia berhasil menghancurkan topeng Tobi yang terungkap bahwa sebenarnya ia adalah Obito Uchiha, mantan kawan satu tim Kakashi, dan orang yang memberi Kakashi mata Sharingan. Disebuah misi bersama Tim Minato, Kakashi diselamatkan Obito dari kejatuhan batu di gua. Melihat keadaan reruntuhan batu yang menimpa Obito, ia diduga telah mati dan namanya diukir sebagai pahlawan di desa Konoha. Akan tetapi terdapat fakta bahwa ia diselamatkan oleh Madara Uchiha yang telah tua dan memutuskan bekerjasama dengannya sejak kematian Rin. 

Setelah Sasuke mengetahui sejarah Konoha dari para Hokage, termasuk keadaan yang menyebabkan kehancuran klan-nya, ia memutuskan untuk melindungi desa dan bergabung kembali kepada Naruto dan Sakura untuk menghentikan rencana Madara dan Obito yang memanfaatkan Juubi. 

Namun, setelah Juubi dikalahkan, tubuh Madara akhirnya dirasuki oleh Kaguya Ōtsutsuki, seorang legenda leluhur ninja yang berniat untuk melenyapkan seluruh umat manusia, dan Obito mengorbankan diri untuk membantu Tim 7 untuk menghentikan Kaguya. Setelah Kaguya dikalahkan, Madara juga mati, tapi Sasuke memutuskan untuk mengambil keuntungan dari situasi ini dan mengendalikan para Bijuu untuk mewujudkan tujuannya mengubah sistem desa. Naruto menghadapi Sasuke untuk menghentikannya, dan setelah mereka hampir saling membunuh dalam pertempuran sengit, Sasuke mengakui kekalahannya (walaupun sebenarnya mereka imbang). Setelah perang, Kakashi menjadi Hokage keenam. Lalu Sasuke dimaafkan dan ia memutuskan untuk mengembara yang bertujuan untuk melihat dunia ninja yang telah ia abaikan. Beberapa tahun kemudian, Kakashi pensiun dan Naruto menggantikan jabatannya, menjadikan Naruto sebagai Hokage ketujuh. Cerita Selanjutnya
Tag :
Cerita Sebelumnya Setelah mengetahui niat busuk Danzou sebagai Hokage ke-6 yang menggantikan Hokage ke-5 untuk sementara sampai pemilihan Hokage digelar, maka pertemuan para Kage memutuskan pengganti Hokage-6 Danzou adalah Hatake Kakashi. Setelah pertemuan para Kage tersebut, para Kage pun berpisah. Ada yang mengejar Danzou yang telah melarikan diri, ada yang mencari Killer Bee yang kabur dari Akatsuki, sedangkan Garaa menemui Naruto untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi.
Dilain tempat, Danzou dihadang oleh Sasuke dan diluar dugaan ternyata tangan kanan Danzou tertanam banyak mata sharingan yang memberikan kekuatan tak terduga pada Danzou. Pertarungan genjutsu pun terjadi. Sasuke yang menggunakan Susano'o langsung menggenggam Danzou di tangannya dan menghancurkan tubuhnya, namun ternyata Danzou sudah ada di belakang Sasuke. Jutsu yang digunakan Danzou sangat aneh, bahkan Madara Uchiha yang memantau pertarungan itu kaget dengan jutsu yang dipakai Danzou. 

Ternyata Danzou menggabungkan kemampuan Sharingan dengan DNA Hokage pertama yang memiliki teknik Kayu. Selain itu Danzou juga menggunakan teknik Izanagi yang pada klan Uchiha pun dilarang, karena teknik Izanagi akan membutakan mata yang telah digunakan. Teknik ini mempermainkan kenyataan menjadi ilusi. Namun Danzau terlalu meremehkan Sasuke, sehingga kurang hati-hati. akhirnya danzou pun kalah dengan mengorbankan Karin. Kemenangan Sasuke mencitrakan bahwa Sasuke telah dipenuhi dengan kebencian dan dendam. Cerita Selanjutnya
Tag :
Cerita Sebelumnya Setelah mengetahui bahwa Sasuke berada disana, Raikage langsung bergegas mencari Sasuke bersama dua pengawalnya Shi dan Darui, lalu pemimipin negara besi memerintahkan seluruh Samurai untuk mencari Sasuke. Karin yang mengetahui bahwa Zetsu telah berkhianat membuat mereka menyelinap lebih waspada, namun para Samurai dari desa Besi menemukan mereka dan pertarungan pun dimulai. Sasuke yang menggunakan Sharingan masih terlalu kuat bagi para Samurai itu. Dalam sekejap mereka kalah telak. 

Sasuke yang telah bertemu Raikage langsung menyerangnya tetapi Darui melindungi Raikage, setelah itu Shi menyerang Sasuke dengan genjutsu tetapi Sasuke berhasil mematahkanya. Tidak disangka Darui dan Raikage sudah berada di depan Sasuke dan siap menyerangnya, tetapi berhasil di hentikan oleh Juugo dan Suigetsu. Pedang Suigetsu pun patah tidak kuat menahan serangan Raikage yang begitu kuat, dan Juugo pun memasuki Joutai 2 dan masuk mode pembunuh. Sang Raikage tetap saja menang dan membuat tubuh Juugo terluka parah. Sasuke pun akhirnya menggunakan Amaterasu. Tapi tetap saja Raikage menggunakan pelindung petir dan Amaterasu Sasuke tidak mempan. Sasuke yang sudah kelelahan pun terkapar dan Raikage langsung berniat menimpa Sasuke tapi dihalangi Gaara. Gaara kemudian berkata bahwa dia ingin membujuk Sasuke kembali kejalan yang benar. Sasuke tentu saja tidak mau. 

Garra, pengawal Raikage, Kankuro, Temari menyerang Sasuke secara bersamaan. Tapi Sasuke kemudian membangkitkan kekuatan Mangekyou Sharingan yang ketiga yakni Susano'o. Dengan Susano'o, Sasuke menghancurkan atap dan pergi menuju ruang pertemuan. Setelah sampai ruang pertemuan, pemimpin Negara Besi langsung menyerang Sasuke, tapi sasuke menepisnya. Saat itu Danzo kabur dan dikejar oleh pengawal Mizukage, dan saat Sasuke ingin mengejar Danzo, Mizukage menahanya dengan Kekai, akhirnya Sasuke terlibat pertarungan melawan kelima Kage. Sasuke kalah, lalu datang lah Madara Uchiha, dan dia menolong Sasuke. Kemudian Uchiha Madara memberi tahu tujuan sebenarnya, bahwa Uchiha Madara mengumpulkan Jinchuriki dengan bertujuan jika semua Jincuriki terkumpul maka akan bangkit Jinchuriki ekor sepuluh. Dan Uchiha Madara meminta kepada para Hokage-Hokage agar bisa membantu dia mengumpulkan Jinchuriki. Uchiha Madara berjanji kepada para Hokage bahwa setelah Jincuriki ekor sepuluh (Juubi) bangkit, Uchiha Madara akan membuat dunia damai dan tidak akan ada lagi peperangan antar ninja. Tetapi Raikage dan para Kage lainnya tidak setuju dengan Uchiha Madara. Dan akhirnya Uchiha Madara berkata pada para Kage, dia akan memunculkan perang baru sampai dia mendapatkan semua Jincuriki. 

Dilain tempat, Killer Bee yang menghadapi Kisame kewalahan dengan pedang Samehada yang membesar karena terus menyerap Cakra Hachibi. Dan disaat kritis Raikage datang bersama 2 pengawalnya, Raikage pun langsung memenggal kepala Kisame. Cerita Selanjutnya
Tag :
Cerita Sebelumnya Warga desa pun bergembira menyambut naruto uzumaki sang pahlawan yang telah menyelamatkan desa dari serangan ketua Akatsuki yang sangat kuat yaitu Pain sang dewa. Naruto kembali ke desa dan menjalani kehidupan seperti biasanya, danzo sang pemimpin pasukan Anbu yang telah mengetahui bahwa ketua Akatsuki telah dikalahkan oleh Naruto pun merasa bangga. Danzo mengetahui bahwa Tsunade sedang sekarat, dia pun mengambil ahli pimpinan untuk desa Konoha. 

Sang Raikage yang merupakan kakak Killer Bee Bijuu ekor delapan memerintahkan anak buahnya untuk pergi ke Konoha untuk mengundang Hokage di acara pertemuan lima Kage yang akan diadakan di Negara Besi. Sementara itu di Sunagakure, Gaara dan yang lain berangkat menuju tempat pertemuan. Dilain tempat Tsuchikage dan Mizukage pun bersiap untuk berangkat menuju tempat pertemuan. Sang Raikage geram melihat kelakuan Sasuke Uchiha yang telah menyerang desanya dan membunuh adiknya yaitu Killer Bee si ekor delapan. 

Raikage memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Sasuke Uchiha. Naruto yang mengetahui kabar tersebut pun tak tinggal diam, dia pun bergegas pergi menuju ke Negara Besi bersama Kakashi dan Yamato, akan tetapi langkah tersebut terhenti setelah ia bertemu Raikage dan ia pun tidak diizinkan untuk menuju ke tempat pertemuan tersebut. 

Sasuke yang sedang dalam perjalanan menuju Konoha berubah arah menuju pertemuan para lima Kage untuk membunuh Danzo sang Hokage ke 6. Rapat pun dimulai, dari awal pertemuan suasana pun sudah memanas, mereka saling berambisi untuk mengambil alih pimpinan aliansi lima negara besar. Rapat pun hampir usai dan telah diputuskan bahwa Danzo yang memimpin aliansi lima negara besar ini. Tiba-tiba zetsu pun muncul di tengah-tengah kerumunan dan berkata bahwa Uchiha Sasuke berada bersamanya. 

Ditempat lain Naruto sedang diserang oleh Tobi yang tidak lain adalah Madara Uchiha yang ingin menangkap Kyubi. Tapi Yamato dan Kakashi tidak membiarkanya menyentuh Naruto, mereka berdua langsung menyerang Madara Uchiha. Yamato mengikat Madara dengan Ninjutsu elemen kayu dan Kakashi menyerangnya dengan Chidori. Selagi bertarung, Tobi kemudian menceritakan kepada Naruto bahwa Itachi mati demi Sasuke dan Konoha, Naruto pun tidak percaya. Kemudian Tobi menceritakan tentang Rikudo Sage pendiri Dunia Shinobi. Pada saat ia akan mati, ia memberi harapan pada kedua anaknya. Anak pertama diberikannya Chakra Sage Rinnegan dan percaya bahwa kekuatan adalah kunci kedamaian. Anak keduanya diberikan Kekuatan Sage dan percaya bahwa cinta adalah kunci kedamaian. Kemudian Rikudo Sage memilih anak keduanya untuk meneruskan impiannya. Dengan dikuasai rasa iri, anak pertama menyerang anak kedua. Pertarungan ini mempengaruhi keturunan Senju (anak kedua) dan Uchiha (anak pertama). Balas dendam adalah takdir dari anggota Klan Uchiha. Cerita Selanjutnya
Tag :
Cerita Sebelumnya Naruto telah kembali dari latihannya dengan menggunakan pakaian seperti baju Hokage. Naruto meminta agar Tsunade untuk mundur dari pertarungan melawan Pain. Kekuatan sage naruto diperlihatkan, dua tubuh Pain mati ditangan Naruto. Setelah mengalami pertempuran yang dasyat, akhirnya hanya satu Pain yang tersisa dan diketahui kenyataan yang mengerikan Pain terakhir itu bukan yang asli. Tubuh asli Pain ada di dalam pohon yang terbuat dari kertas bersama dengan Konan. 

Kesal karena naruto akan kalah, Hinata turun dan melindungi Naruto. Akan tetapi Hinata langsung sekarat oleh Pain. Sebelumnya oleh Pain, Hinata mengungkapkan perasaanya kepada Naruto. Naruto yang mengetahui Hinata diserang marah hingga mengeluarkan Chakra Kyuubi hingga ekor 6. Pain yang terdesak mengeluarkan segel terkuat dan terlarang yang disebut "Chibaku Tensei" untuk mengurung Kyuubi. Disaat yang sama Naruto dihasut oleh siluman rubah agar membuka seluruh segelnya. Pada saat akan membuka segel terakhir yaitu segel ekor ke sembilan, tiba tiba datanglah Hokage keempat menemui Naruto. Yondaime memberitahu bahwa Naruto adalah anaknya sendiri, dan membuat Naruto bangga karena ayahnya adalah seorang Hokage keempat. Ternyata Yondaime juga mengetahui tentang Jiraiya, Tobi aka Madara, dan kekuatan Pain. Lalu Naruto bangkit dan mengeluarkan Chakra Sage, akhirnya ia mulai menyerang Pain god Realm dengan Rasengan Shuriken. Lalu God Realm melawan Rasengan Shuriken dengan Shinra Tensei. 

Ditempat lain, Hinata akhirnya bisa diselamatkan oleh Sakura. Kagebunshin Naruto memegang Pain agar tidak bergerak. Tapi Shinrai Tensei yang gagal melawan Rasengan Shuriken juga menyelamatkan Pain. Akhirnya Naruto mengeluarkan Jurus Seribu bayangan dan Pain hanya memberi waktu 5 detik. Serangan kagebunshin tidak bisa menyelamatkan Naruto. Tapi Jurus terakhir, Rasengan mengenai tubuh Pain, Pain terlempar dan kalah. Lalu Naruto mengambil besi di tubuh Pain agar Nagato tidak bisa mengendalikan Pain god Realm. 

Naruto bertemu dengan ayah Ino dan Shikamaru, mereka menahan Naruto agar Naruto segera diselamatkan. Tapi Naruto mendesak ingin pergi. Ayah shikamaru melepaskan Naruto karena teringat perkataan Shikamaru. Naruto pergi ke sebuah pohon yang terbuat dari kertas buatan konan lalu masuk ke dalam pohon itu dengan merobeknya. Naruto menanyakan pada Nagato kebenaran sebelum Naruto menjawab pertanyaan dari Nagato. Nagato pun menceritakan bahwa orang tuanya telah dibunuh oleh orang Konoha ketika perang besar ninja terjadi di desa Amegakure. Secara tidak sengaja Nagato membunuh kedua orang Konoha tersebut. Setelah mengubur orang tuanya, Nagato bertemu Konan dan Yahiko. Ketika mereka melihat pertarungan 3 orang Konoha (Jiraiya, Tsunade, Orochimaru) dan Hanzou, Yahiko mengatakan bahwa dia akan menjadi dewa agar peperangan tidak akan pernah terjadi lagi. Disaat yang sama Nagato menginginkan impian yang sama dengan Yahiko. Setelah itu mereka mencari shinobi yang dapat bertahan hidup di medan perang tersebut. Mereka bertemu Jiraiya, Tsunade dan Orochimaru. Jiraiya akhirnya mengajarkan mereka Ninjutsu. Setelah tiga tahun bersama akhirnya Jiraiya kembali ke Konoha dan ketiga orang itu (Yahiko, Konan, Nagato) mencari rekan yang senasib dengan mereka. 

Organisasi mereka cukup terkenal dengan pemimpinnya yaitu Yahiko. Hanzou yang merasa kekuasaannya akan terganggu dengan organisasi Yahiko dkk. akhirnya bergabung dengan Danzou. Konan diculik oleh mereka dan mengajukan syarat agar Konan selamat, yaitu membunuh Yahiko. Nagato merasa bimbang akan syarat itu karena tidak mau membunuh temannya dan tidak ingin pula temannya dibunuh Hanzou. Yahiko akhirnya berlari ke Nagato dan menusukkan kunai ke tubuhnya sendiri. Yahiko pun akhirnya gugur. 

Kemarahan Nagato pada Hanzou tak terbendung. Ia mengeluarkan kekuatan dari mata 'Rinnegan' nya memanggil Kuchiyose: 'Gedou Mazou'. Lalu muncul lah sebuah patung besar (Yang kini menjadi alat penyimpanan Bijuu oleh Akatsuki) yang melahap pasukan Amegakure milik Hanzou dan ANBU Konoha. Hanzou pun berhasil kabur dari serangan Nagato, dan itulah jawaban yang Nagato berikan pada Naruto. 

Kini Nagato pun menginginkan jawaban dari Naruto. Naruto berkata bahwa petapa mesum telah mempercayainya, dan Naruto percaya apa yang dipercayai oleh petapa mesum, itulah jawaban yang Naruto berikan pada Nagato. Nagato pun akhirnya mempercayai Naruto Uzumaki dan ia pun menggunakan jurusnya yaitu GEDO RINNE TENSEI NO JUTSU untuk menghidupkan kembali semua warga desa konoha yang telah ia bunuh termasuk para anbu dan guru Hatake Kakashi. Semua telah berakhir, sebagai perpisahan Konan pun memberikan bunga harapan kepada Naruto Uzumaki. Cerita Selanjutnya
Tag :
Cerita Sebelumnya Keadaan desa Konoha sedang sangat kacau karena diserang pemimpin 'Akatsuki' yaitu Pain dan juga Konan. Pain yang telah memiliki satu tubuh baru lagi, menjadi sangat kuat dan tidak terkalahkan. Pain yang bertemu dengan Iruka langsung hendak membunuhnya, tetapi berhasil digagalkan oleh Kakashi, dan pertarungan antara Pain dan Kakashi pun dimulai. Kakashi yang mengeluarkan Raikiri ditangkis dengan mudah oleh Pain. 

Tsunade yang hendak memanggil Naruto kembali, ditahan oleh Danzo. Naruto yang sedang menjalani tes percobaan dengan Chakra Senjutsu untuk yang terakhir ternyata juga mendapat hambatan. Konoha semakin gawat. Konan juga mulai beraksi dengan jutsu merubah tubuh menjadi kertas. Tsunade yang sangat khawatir dengan keadaan desa Konoha, segera memanggil Kuchiyose miliknya. 

Kakashi vs Pain semakin mendekati akhir. Tapi pada waktu itu datanglah salah satu tubuh Pain untuk membantu Pain. Salah satu tubuh tersebut berubah menjadi senjata dan menyerang Kakashi. Tapi karena kehebatan Kakashi, ia pun mengubah Chakranya menjadi bayangan klon petir. Tubuh Kakashi pun lemah karena melepaskan semua Chakranya. Akhinya datanglah dua anggota klan Akimichi, salah satu yang datang adalah ayah Chouji. Kedatangan klan Akimichi sangat membantu banyak bagi Kakashi. 

Walaupun dalam keadaan terdesak, Kakashi masih bisa mempunyai Ide. Awalnya, ide itu berjalan mulus untuk menyerang Pain lewat dalam tanah oleh serangan Kakashi. Ternyata itu hanya sebuah trik Kakashi, untuk menyerang Pain oleh Chouji dan ayahnya. Serangan itu bisa ditahan oleh salah satu tubuh Pain yaitu Deva. Dalam Keadaan terkejut, Kakashi semakin tak berdaya. Dan dia diserang Pain dengan salah satu paku yang berasal dari bangunan yang runtuh. 

Dilain tempat, Naruto yang sedang istirahat mengkhawatirkan keadaan desanya jika diserang oleh Akatsuki. Fukasaku mencoba menghiburnya dengan memuji ninja-ninja Konoha. Setelah istirahat selesai, Fukasaku mengajak Naruto untuk latihan yang baru yaitu Fusion.
Sesaat sebelum paku tersebut mengenai Kakashi dia menggunakan Mangekyou Sharingan untuk menghilangkan pakunya, dan Kakashi menggunakan tenaga terakhirnya untuk menolong Chouji yang akan melapor pada Tsunade. Disaat yang sama Danzo menunjukkan niat yang asli yaitu menjadi Hokage yang baru. Sementara itu, Tsunade menugaskan Katsuyu untuk mengevakuasi seluruh korban ninja Konoha. Klan Yamanaka juga ikut andil. Mereka tengah mencari informasi tentang Pain di desa Amegakure. 

Tubuh Pain yang satunya yaitu Deva, ternyata masih hidup dan menyerang Chouji, beruntung digagalkan Kakashi lewat Mangekyo Sharingan. Dengan Chakra yang terbatas, Kakashi untuk terakhir kalinya mengenang masa lalunya dan memikirkan teman ninja satu timnya yaitu Uchiha Obito dan Rin. Cerita Selanjutnya
Tag :
Cerita Sebelumnya Disebuah gua yang gelap Sasuke terbangun dari pingsannya dan tampak kebingungan. Saat itu tiba-tiba terdengar suara dari kegelapan gua. Suara tersebut berasal dari Tobi, Tobi pun mulai memperkenalkan diri dengan membuka topeng yang menjadi misteri selama ini. Walau belum terbuka sepenuhnya, sudah terlihat sharingan milik tobi yang membuat Sasuke sangat terkejut melihatnya. Dalam keadaan terkejut, tanpa sengaja Sasuke mengeluarkan Amaterasu. Amaterasu itu pun langsung mengenai tangan kanan Tobi kemudian membakar seluruh tubuh Tobi tanpa sisa, anehnya beberapa saat kemudian dari dalam kegelapan gua, Tobi kembali muncul tanpa luka sedikitpun. 

Sasuke yang merasa aneh dengan apa yang telah dilakukannya terhadap Tobi, bertanya kepada Tobi dan Tobi pun menjelaskan kepada sasuke mengapa ia dapat mengeluarkan Amaterasu. Tobi menjelaskan bahwa Sasuke mendapatkan jurus tersebut karena sesaat sebelum kematiannya, Itachi memberikan seluruh jurusnya kepada Sasuke. Akhirnya Tobi pun menceritakan kisah masa lalunya tentang berdirinya desa Konohagakure, kisah kekalahannya dengan Hokage pertama, dan alasan mengapa Itachi membunuh semua anggota klan Uchiha. 

Sebenarnya, Konohagakure adalah desa hasil pergabungan dan gencatan senjata antara klan Uchiha dan klan Senju. Setelah terbentuknya Konohagakure, Madara Uchiha ingin melakukan pemberontakan terhadap klan Senju yang saat itu menguasai pemerintahan. Ia mengajak sesama klan untuk melakukan pemberontakan, tapi mereka lebih cinta perdamaian dan menolak ajakan Madara. Madara pun pergi dan melawan Hokage pertama sendirian, tapi ia kalah. 

Tobi pun menjelaskan mengapa Itachi membunuh semua klan Uchiha kecuali Sasuke. Tobi memberitahu beberapa alasan yaitu karena Itachi sebagai ANBU, konoha menyuruh ia untuk menghabisi semua klan uchiha, tapi ia tidak mampu membunuh adiknya sendiri. Alasan yang kedua ia ingin Sasuke menjadi Shinobi yang kuat dengan cara membuat Sasuke membencinya, sehingga Sasuke Ingin membunuhnya. Sasuke mengenang masa lalunya bersama Itachi di pinggir laut, disana ada Karin, Jugo, Suigetsu dan Tobi. Sasuke membuat tim baru yang bernama Taka dan tujuan baru mereka untuk menghancurkan Konoha. Setelah pembentukan tim Taka, maka Tobi pun mengajak tim tersebut bergabung dengan Akatsuki.

Disisi lain Naruto yang mengetahui bahwa Jiraiya telah mati merasa sangat shock, namun kematian Jiraiya meninggalkan kode rahasia jurus khusus untuk diberikan kepada Naruto. Fukasaku sang guru dari Jiraiya mengetahui kemampuan dari Naruto dan mengajarinya teknik Sage untuk melebihi Jiraiya dan mengalahkan Pain Akatsuki.

Ditempat lain tim Taka mengejar ekor delapan yang ternyata sangat kuat sekali. Setelah mengalami berbagai banyak kesulitan dan halangan, tim Taka akhirnya bisa mengalahkan ekor delapan dengan penyelesaian 'Amaterasu' milik Sasuke, serta pengorbanan Karin dan Suigetsu. 

Naruto yang belajar menggunakan Chakra Senjutsu yang diajarkan Fukasaku sudah hampir mencapai puncaknya. 

Raikage yang mendengar bahwa ekor delapan yang merupakan adiknya ditangkap oleh Sasuke sangat geram dan memberi surat izin penangkapan Sasuke ke Konoha. Saat ekor delapan sedang disegel oleh para anggota 'Akatsuki' ternyata ekor delapan berhasil kabur. Cerita Selanjutnya
Tag :
Cerita Sebelumnya Naruto dan rekan-rekan kemudian melanjutkan pencarian dengan mengandalkan kagebunshin Naruto. Tanpa disangka-sangka salah satu kagebunshin itu menemukan Sasuke meskipun langsung dihancurkan oleh Sasuke dengan Chidorinya. Naruto yang menerima berita itu lewat pengalaman yang didapatkan kagebunshin kemudian meminta Hinata melacak Sasuke, dan tim segera melakukan pengejaran.

Namun di tengah perjalanan, mereka dihadang oleh Tobi. Naruto yang merasa diganggu langsung menyerang dengan Rasengan, namun Tobi tidak terlihat mengalami cedera sedikitpun, bahkan seperti hanya bermain-main.

Sementara Sasuke yang menemukan Itachi langsung memulai pertarungan dengan saling serang lewat genjutsu melawan Itachi. Ditengah pertarungan Itachi bercerita tentang pengguna Mangekyou Sharingan ke-3, yaitu Madara Uchiha yang ternyata guru dari Itachi. Itachi juga mengatakan bahwa pada malam pembantaian klan Uchiha, dia juga dibantu oleh Madara Uchiha. Itachi menceritakan bahwa Madara Uchiha telah mempunyai kekuatan Mangekyou yang sempurna setelah mengambil bola mata adiknya sendiri. Itachi pun memberitahukan kepada Sasuke bahwa ia ingin mengambil bola mata Sasuke untuk menyempurnakan Mangekyou Sharingannya.

Mereka pun bertarung disaksikan oleh Zetsu. Itachi langsung mendesak Sasuke dengan jurus Tsukoyomi, dengan ilusi mata Sasuke diambil Itachi. Namun di luar dugaan, Sasuke berhasil mematahkan Tsukoyomi. Itachi juga terluka karena efek Tsukoyomi yang membuat mata kirinya mengeluarkan darah dan penglihatannya mulai kabur.

Sasuke pun memanfaatkannya dengan mengeluarkan perangkap shuriken, dan kaki Itachi terluka. Sasuke dan Itachi pun mengeluarkan jurus Gokakyuu no jutsu. Itachi yang terdesak mengeluarkan jurus kedua yaitu Amaterasu, api hitam yang langsung membakar hutan di sekitarnya dan berhasil membakar sayap joutai 2 Sasuke, tapi Sasuke berhasil meloloskan diri dengan jurus Kawarimi no jutsu milik Orochimaru yang menghabiskan chakranya.

Sasuke menjebak Itachi dengan jurus naga langit yang memanaskan udara. Hujan turun dan petir menyambar-nyambar. Sasuke memanfaatkan kekuatan alam dengan jurus Kirin tapi Itachi berhasil selamat dengan jurus Susano'o.

Orochimaru keluar dari segel gaib Sasuke dengan wujud Yamada no Orochi dengan pedang Kusanagi. Tapi dia dikalahkan dengan pedang Totsuka yang tersembunyi dalam jurus Susano'o dan mengirim Orochimaru dan seluruh joutai Sasuke ke dalam genjutsu mimpi. Sasuke mencoba menyerang Itachi namun gagal karena Itachi masih terlindungi dengan Susano'O.

Itachi mendekati Sasuke. Sasuke mengira Itachi mau mengambil mata Sasuke, namun Itachi menyentuh dahi Sasuke seperti yang sering dilakukannya saat kecil dulu. Itachi roboh dan tewas. Kelelahan, Sasuke pun roboh di sebelahnya.

Di lain tempat, Tobi sedang bertarung dengan kelompok tujuh dan delapan. Shino mengambil alih penyerangan terhadap Tobi. Tobi dikerumuni dengan ribuan serangga, namun setelah beberapa saat ia menghilang tanpa jejak. Lalu Hinata menemukannya diatas ranting pohon dengan Byakugan.

Saat mereka masih berpikir tentang sosok Tobi yang dapat menggunakan space travel time jutsu, muncul Zetsu yang memberitahukan pada Tobi bahwa pertandingan antara Sasuke dan Itachi telah selesai dan pemenangnya adalah Sasuke. Naruto dan kawan-kawan terkejut mendengar hal tersebut. Kakashi melihat ke arah Tobi, dan ia melihat Sharingan dilubang topeng Tobi. Tobi dan Zetsu seketika pergi dan menghilang. Naruto dan kawan-kawan segera menuju ke tempat pertarungan Sasuke dan Itachi dengan kecepatan penuh. Di tengah perjalanan mereka menghadapi rintangan api hitam Amaterasu. Yamato membelah Amaterasu untuk dilalui. Namun setelah sampai, mereka sudah terlambat karena Sasuke dan Itachi telah dibawa oleh Zetsu dan Tobi. Cerita Selanjutnya
Tag :

Copyright © Rekōdo - Powered by Blogger - Regards Re and Erespe